Nuzul Asrul | Papua Indonesia

Lebih baik mencintai dan terluka, daripada bersembunyi ketakutan dalam hidup yang hampa cinta. Karena, Memang cinta tidak menjamin kebahagiaan, tetapi tidak ada kebahagiaan tanpa cinta :D

PERHATIAN !!!

Apa bila ingin membaca artikel saya secara lengkap anda tinggal mengklik judul dari artikel yang anda baca. Terima Kasih

Conditional If



NAMA : NUZUL ASRUL FANTRI INGGRAHA IHA
KELAS : 3EB03
NPM : 25212558


Conditional sentence adalah complex sentence (kalimat majemuk) yang dibentuk dari subordinate clause yang diawali dengan sub ordinate conjunction if berupa condition (syarat) dan main clause berupa result/consequence (hasil).
1. Conditional Sentence Type 1

Conditional sentence type 1 atau first conditional adalah conditional sentence yang digunakan ketika result/consequence (hasil) dari condition (syarat) memiliki kemungkinan untuk terwujud di masa depan karena condition-nya

if + condition, result/consequence
if + simple present, (will + bare infinitive)/imperative
atau
result/consequence + if + condition
(will + bare infinitive)/imperative + if + simple present

Example: If I has much money, I will buy a new car.

The Passive


The Freedom of Ants



NAMA : NUZUL ASRUL FANTRI INGGRAHA IHA
KELAS : 3EB03
NPM : 25212558

Ants are very small animals and often got the oppression by the animals which are greater than them. One of the animals that colonize the ants was grasshoppers. Every day they ordered the ants to find food and collect it. When the food was collected, then a locust took the food and put it in the nest. Every day the ants were given the job and had to work without stopping.

Many ants had died because of the exhaustion at work and that condition always continued. In the ants’ colony, there were two ants which were very brave and always plotted a rebellion. The two ants named Riandi and Anggara. They invited others to subvert the power possessed by the locusts. However, no ant dared to unite and overthrew the power of locusts. Most ants thought that the condition was a destiny and a willing of God which should be received.

Passive Voice



NAMA : NUZUL ASRUL FANTRI INGGRAHA IHA
KELAS : 3EB03
NPM : 25212558

Passive voice adalah suatu grammatical construction (bentuk gramatikal) dimana subject kalimat tidak melakukan aksi, melainkan menerima aksi atau ditindak lanjuti (receiver of action) oleh agent lain (doer of action) baik disebutkan ataupun tidak. Sebaliknya, pada konstruksi active,subject berhubungan langsung dengan verb dengan bertindak sebagai pelaku aksi. 

Rumus Passive Voice


Rumus passive voice adalah sebagai berikut di bawah ini.


Contoh : I am paid in dollars. (Saya dibayar dalam dollar.)


Kalimat kalimat aktif yang diubah menjadi kalimat-kalimat pasif dalam bentuk tenses di bawah ini:

1. Berikut rumus passive voice dalam simple past tense:

Active VoicePassive Voice
S + verb-2 + direct objectS (direct object) + was/were + past participle +/- by … (agent)
Contoh : Yesterday, the hotel was stayed at by my father. (Kemarin hotel tersebut ditinggali oleh ayah saya)


2. Berikut rumus passive voice dalam simple present tense:
Active VoicePassive Voice
S + verb-1 + direct objectS (direct object) + is/am/are + past participle +/- by … (agent)
S + modal + bare infinitive + direct objectS (direct object) + modal + be + past participle +/- by … (agent)
Contoh : Dark chocolate should be eaten regularly by pregnant women. (Coklat hitam seharusnya dimakan secara teratur oleh wanita hamil.)


3.Berikut rumus passive voice dalam simple future tense:
Active VoicePassive Voice
S + will + verb-1 + direct objectS (direct object) +will + be + past participle +/- by … (agent)
S + am/is/are going to + bare infinitive + direct objectS (direct object) + am/is/are going to + be + past participle +/- by … (agent)

Contoh : You will be shown something interesting. (Kamu akan ditunjukkan sesuatu yang menarik.)


Kesimpulan:
Passive voice adalah suatu bentuk gramatikal dimana subjek kalimat tidak melakukan aksi, melainkan menerima aksi yang terjadi di waktu sekarang (simple present tense), pada waktu lampu (simple past tense), dan pada waktu yang akan datang (simple future tense).

Definisi TOEFL dan TOEIC



NAMA : NUZUL ASRUL FANTRI INGGRAHA IHA
KELAS : 3EB03
NPM : 25212558

1. TOEFL

Test of English as a Foreign Language disingkat TOEFL adalah ujian kemampuan berbahasa Inggris (logat Amerika) yang diperlukan untuk mendaftar masuk ke kolese (college) atau universitas di amerika serikat atau negara-negara lain di dunia. Ujian ini sangat diperlukan bagi pendaftar atau pembicara yang bahasa ibunya bukan bahasa inggris. Ujian TOEFL ini diselenggarakan oleh kantor ETS (Educational Testing Service) di amerika serikat untuk semua peserta tes di seluruh dunia

Biasanya tes ini memakan waktu sekitar tiga jam dan diselenggarakan dalam 4 bagian, yaitu bagian: 
  • listening comprehension,
  • grammar structure and written expression,
  • reading comprehension, dan bagian
  • writing.

TOEFL merupakan tes kemampuan seseorang dalam berbahasa inggris dengan menggunakan logat Amerika, dan hasil dari TOEFL itu sendiri bisa dipergunakan untuk mendaftar kembali kuliah ke luar negeri atau bahkan bisa dipergunakan untuk melamar suatu pekerjaan agar bisa dijadikan sebagai bahan pertimbangan pihak perusahaan. Dan biasanya tes TOEFl ini akan diselenggarakan oleh pihak ETS (Educational Testing Service). Dalam ujian TOEFL terdapat 3 sesion, dan sesion 3 tersebut yaitu reading comprehension. Tes ini dipergunakan untuk mengukur seberapa besar kemampuan seseorang dalam memahami setiap tes tertulis dalam bentuk bahasa inggris. Pada bagian ini, biasanya pihak penguji akan menguji setiap peserta setidaknya dengan 5 bentuk bacaan, dimana setiap bacaan tersebut biasanya akan terdiri dari 10 bentuk pertanyaan. Dan jika kita jumlah, maka dalam bagian ini, Anda akan menjawab 50 pertanyaan, dan ke-50 pertanyaan tersebut harus Anda selesaikan dalam waktu kurang lebih selama 55 menit lamanya. Dan pada bagian ini, penguji hanya akan menguji peserta dalam tes bacaan saja, tanpa adanya gambar, diagram ataupun bentuk lainnya. Selain itu, perlu Anda ketahui, dalam bagian sesion 3 ini juga bisa dikategorikan menjadi 2 bentuk pertanyaan, dan pertanyaan tersebut yaitu sebagai berikut:

Proposal Tentang " Banjir di Jakarta "



NAMA : NUZUL ASRUL FANTRI INGGRAHA IHA
KELAS : 3EB03
NPM : 25212558

BAB 1
PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang


Di setiap musim hujan, banjir menjadi salah satu masalah yang serius. Wilayah Jakarta, tangerang, dan Bekasi yang sebelumnya tidak pernah terkena banjir kini tidak bias mengelak lagi. Pada umumnya banjir disebabkan oleh kecerobohan masyarakatnya, seperti membuang sampah ke tempat penampungan air, serta membangun permukiman di daerah-daerah resapan air hujan. Akibatnya tempat penampungan air hujan tidak dapat lagi menampung air hujan yang terus bertambah sehingga banyak daerah-daerah/ wilayahnya yang terendam dengan air.


Jakarta merupakan salah satu daerah yang rawan banjir. Karena hampir setiap kali musim penghujan, wilayah Jakarta selalu terendam air. Secara geomorfologis, 40% wilayah Jakarta terdiri dari dataran rendah pantai dengan ketinggian kurang dari 10m, bahkan di beberapa tempat berada di kurang lebih 1m di bawah muka air pasang (maksimum). Jakarta merupakan daerah aliran 13 sungai yang bermuara di Teluk Jakarta. Daerah aliran 13 sungai juga menyebar merata di semua wilayah Jakarta. Oleh karena itu, secara alamiah daerah dengan ketinggian rendah akan terendam.


Banjir di Jakarta juga terjadi karena penggunaan lahan di kawasan DAS Ciliwung tidak sesuai dengan kaidah-kaidah konservasi tanah. Akibatnya, sebagian besar air hujan tidak terserap tanah, tetapi mengalir di permukaan tanah, lalu langsung masuk ke sungai. DAS Ciliwung ada topografinya sehingga di mana pun air jatuh di DAS itu pada akhirnya mengalir ke Sungai Ciliwung. Beberapa kali banjir melanda Jakarta dan merenggut korban jiwa dan harta benda penduduk. Selain besarnya curah hujan yang ada, banyak faktor yang mempengaruhi besarnya banjir yang terjadi di kota Jakarta.

1.2 Rumusan Masalah
  1. Apa Penyebab banjir di Jakarta ?
  2. Bagaimana cara penanganan banjir di Jakarta ?

1.3 Tujuan Penelitian
  1. Untuk mengetahui penyebab banjir di Jakarta.
  2. Untuk mengetahui bagaimana penanganan banjir.

1.4 Manfaat Penelitian 
Memberikan pemahaman tentang penyebab peristiwa banjir di Jakarta dan penanganan yang seharusnya dilakukan.